L.W.C. van den Berg: Teori Receptio in Complexu

L.W.C. van den Berg:

Teori Receptio in Complexu

L.W.C. van den Berg (1845-1927) merupakan sarjana Belanda pertama yang diangkat sebagai penasehat khusus Pemerintah Kolonial Belanda dalam bidang Bahasa-Bahasa Timur dan Hukum Islam (eastern language and Islamic law), ditugaskan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan para Pejabat Pemerintah Kolonial Belanda menyangkut ajaran Islam terkait dengan kehidupan sehari-hari umat Islam.

Berdasarkan pengalamannya beberapa tahun di Indonesia dan khususnya ketika bertugas di Pengadilan Negeri Semarang, ia sampai kepada kesimpulan: penting untuk melakukan unifikasi hukum Islam di Indonesia. Ia kemudian mengusulkan agar kitab Minhaj al-Thalibin (dan terjemahan dia kedalam bahasa Perancis) dijadikan Undang-Undang Pengadilan Agama “yang digunakan sebagai pedoman para hakim Pengadilan Agama di Indonesia.”

Van den Berg bertugas di Indonesia (1870-1887), dengan teorinya Receptio in Complexu:

Hukum penduduk setempat (dan juga orang-orang Timur lainnya) sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh agama yang dianut sejauh tidak ada bukti lain yang menolaknya. Sebab dengan menerima dan menganut suatu agama berarti sekaligus juga menerima aturan hukum dari agama yang dianutnya tersebut. Jika terdapat bukti yang sebaliknya atau “sebuah pengecualian” berupa atauran-aturan tertentu, maka kekecualian tersebut harus dipandang sebagai “deviasi” dari hukum agama yang telah diterima secara complexu.

Hukum Islam dipandang sebagai hukum yang hidup dan berlaku (the living law) bagi umat Islam. Teori ini didasarkan pada keyakinan Van den Berg bahwa “Islam telah diterima secara baik oleh sebagian besar, jika tidak semua, umat Islam setempat.” Teori Van den Berg ini kemudian diresmikan melalui Aturan Pemerintah Kolonial Belanda Nomor 152 tahun 1882.

Van den Berg bukanlah orang pertama yang berpendapat bahwa hukum Islam adalah hukum yang berlaku bagi umat Islam di Indonesia: (1) Pengakuan ini terlihat dalam beberapa kententuan yang terdapat pada Reglement op het beleid der Regeering van Nederlandsch Indie (R.R.), Stbl. Nomor 129 tahun 1854 dan Nomor 2 tahun 1855, terutama pasal-pasal 75, 78, dan 109, (2) Pada masa Daendels dan Raffles, hukum yang berlaku bagi umat Islam Indonesia adalah hukum Islam.

Van den Berg adalah orang pertama yang merumuskannya dalam bentuk teori yang kemudian dikenal secara luas.

Berdasarkan teori yang diajukan oleh Van den Berg, institusi keagamaan (Islam) yang telah ada dan berjalan pada masa sebelum penjajahan Belanda, seperti Pengadilan Agama, berlanjut terus di tengah-tengah masyakarat Islam, dan Van den Berg meneruskan hal tersebut dengan berupaya agar hukum-hukum perkawinan dan kewarisan Islam direalisasikan secara baik oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

(Sumber: Materi Mata kuliah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bersama Instructor: Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, M.A., Ph.D. )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: