Pemikiran dan Implementasi Hukum Islam di Indonesia

PEMIKIRAN DAN IMPLEMENTASI

 HUKUM ISLAM DI INDONESIA

(TEORI DAN RESPON)

Pada tahun 1881 O.W. Holmes mengatakan: “The life of the law has not been logic, it has been experience. The law embodies the story of nations’ development through many centuries, and it cannot be dealth with as if it contained only the axioms and corollaries of a book of mathematics. In order to know what is, we must know what it has been, and what it tends to become…. The substance of the law at any given time pretty nearby corresponds, so far as it goes, with what is then understood to be convenient; but its form and machinery, and the degree to which it is able to work out desired results, depend very much upon its past.”

“Dunia hukum tidak selalu logis, ia lebih banyak bersifat pengalaman. Hukum mengandung ceritera tentang perkembagan satu Negara selama berabad-abad, dan hukum tidak bisa dipandang semata-mata aksioma-aksioma atau sekedar bagaikan sebuah buku matematika. Dalam rangka memahami apa yang ada, kita harus mengetahui apa yang telah terjadi pada masa lalu, dan sekaligus memandang apa yang akan terjadi pada masa mendatang…. Substansi hukum dimanapun dan kapanpun akan selalu menunjukkan kesesuaian, sebagaimana kita saksikan selama ini, dengan apa yang disebut dengan kenyamanan; tetapi bentuk dan pola kerjanya, dan sejauhmana untuk mapu bekerja sesuai dengan hasil yang diharapkan, seuanya sangat bergantung pada situasi dan kondisi masa lalu.”

Pentingnya pemahaman hukum masa lalu untuk masa kini dan juga masa mendatang berlaku untuk semua Negara, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, dalam perjalanan sejarahnya yang relatif panjang, pada akhirnya disepakati untuk membangun hukum yang berlaku untuk semua anak bangsa tanpa memperhatikan asal-usul, bahasa, suku, ras, etnis, agama, dan yang semacamnya. Hukum dimaksud kemudian dikenal dengan hukum nasional. Hukum nasional ini dibangun berdasarkan tiga sumber hukum: hukum Barat, hukum Adat, dan hukum Islam.

Karena telah diakui sebagai salah satu sumber penting hukum nasional, maka hukum Islam perlu dipelajari (mungkin dikuasai) oleh mereka yang bergelut dalam bidang hukum dan menjadi bagian penting dalam kurikulum Fakultas Hukum. Hal ini penting bukan sekedar untuk mengenal hokum Islam, tetapi lebih dari itu diharapkan mampu menyumbang terhadap perkembangan teori-teori hukum Islam.

Selanjutnya kita mencoba melihat kembali sejarah teori dan implemetasi hukum Islam di Indonesia sekaligus mengkontekstualisasikan untuk masa kini dan juga masa mendatang.

“Hukum Islam menempati posisi sentral dan menjadi inti serta jantung dari ajaran Islam itu sendiri.”

Islam, sebagaimana juga Yahudi, dikenal sebagai agama hukum (a religion of law) yang berbeda dengan Kristen yang disebut sebagai agama teologi (a religion of theology).

Wajar jika Pemerintah Kolonial Belanda memberikan perhatian khusus terhadap pemikiran dan implementasi hukum Islam di daerah-daerah jajahannya, termasuk di Indonesia

Robert Van Niel: “Di Indonesia, agama tidak bisa dipisahkan dari seluruh aspek kehidupan, dan sejalan dengan itu, kebijakan dalam hal agama tidak bisa dipisahkan dari kebijakan-kebijakan lain yang diterapkan terhadap masyarakat setempat.” Karena itu disadari bahwa: “Islam menjadi elemen penting, jika bukan yang terpenting, dalam kultur kehidupan masyarakat Indonesia.”

Salah satu kebijakan sentral yang diambil Pemerintah Kolonial Belanda adalah merumuskan dan memformulasikan teori-teori yang dijadikan pijakan dalam pemikiran dan implementasi hukum Islam di Indonesia.

Diantara teori yang amat dikenal luas adalah Receptio in Complexu oleh L.W.C. van den Berg dan Receptie oleh Christian Snouck Hurgronje. Kedua teori ini telah memicu kontroversi di kalangan penduduk setempat dan mendapat respon secara sungguh-sungguh dari para ahli hukum.

Respon tersebut terjadi bukan hanya pada masa penjajahan, tapi hingga sekarangpun masih menjadi kajian penting di kalangan para sarjana ketika membahas tentang pemikiran dan implementasi hukum Islam di Indonesia. Sebab pemikiran dan implementasi hukum Islam saat ini pun (juga masa mendatang) masih diyakini mendapat pengaruh dari teori-teori yang pernah dilahirkan oleh kedua tokoh Belanda tersebut.

(Sumber : Materi Perkulihan di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta : Bersama Instructor: Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, M.A., Ph.D. )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: